Rumusan Masalah Penelitian: Cara Merumuskan Masalah dan Tujuan Penelitian yang Tepat dalam Seminar Keuangan
Dalam penelitian, kualitas hasil penelitian sangat ditentukan oleh ketepatan rumusan masalah. Seringkali mahasiswa mampu mengumpulkan data dan mengolah statistik, tetapi gagal sejak awal karena rumusan masalah tidak fokus, terlalu luas, atau tidak memiliki urgensi akademik.
Di sini, kita akan membahas secara mendalam bagaimana:
-
Mengidentifikasi fenomena penelitian
-
Merumuskan masalah secara sistematis
-
Menyusun tujuan penelitian yang selaras
-
Menghindari kesalahan umum dalam perumusan masalah
Materi ini menjadi fondasi penting sebelum mahasiswa menyusun proposal penelitian atau skripsi di bidang keuangan.
Apa Itu Rumusan Masalah Penelitian?
Rumusan masalah penelitian adalah pertanyaan ilmiah yang ingin dijawab melalui proses penelitian yang sistematis.
Dalam konteks keuangan, rumusan masalah biasanya berkaitan dengan:
-
Hubungan antar variabel keuangan
-
Pengaruh kebijakan ekonomi terhadap pasar
-
Analisis kinerja perusahaan
-
Perilaku investor
-
Risiko dan return investasi
Rumusan masalah bukan sekadar pertanyaan umum, tetapi harus:
✔ Spesifik
✔ Terukur
✔ Dapat diteliti
✔ Relevan dengan teori
✔ Memiliki urgensi ilmiah
Mengapa Rumusan Masalah Sangat Penting?
Rumusan masalah berfungsi sebagai:
-
Arah penelitian – menentukan variabel dan metode
-
Batasan penelitian – menghindari pembahasan melebar
-
Dasar penyusunan hipotesis
-
Panduan analisis data
-
Kerangka penarikan kesimpulan
Tanpa rumusan masalah yang jelas, penelitian akan kehilangan fokus.
Langkah-Langkah Merumuskan Masalah Penelitian Keuangan
1️⃣ Mengidentifikasi Fenomena
Mulailah dari fenomena nyata, misalnya:
-
Kenaikan suku bunga dan penurunan harga saham
-
Fluktuasi nilai tukar
-
Kinerja keuangan perusahaan sektor tertentu
-
Perubahan kebijakan dividen
Fenomena harus aktual, relevan, dan memiliki data yang tersedia.
2️⃣ Menemukan Research Gap
Research gap adalah celah penelitian, misalnya:
-
Hasil penelitian sebelumnya tidak konsisten
-
Variabel belum diteliti di konteks Indonesia
-
Periode penelitian berbeda
-
Metode analisis yang digunakan berbeda
Contoh:
Penelitian sebelumnya menunjukkan pengaruh profitabilitas terhadap harga saham, tetapi hasilnya tidak konsisten pada sektor perbankan.
3️⃣ Membatasi Variabel Penelitian
Tentukan:
-
Variabel independen
-
Variabel dependen
-
Variabel kontrol (jika ada)
-
Periode penelitian
-
Objek penelitian
Contoh:
-
X: Return on Assets (ROA)
-
Y: Harga Saham
-
Objek: Perusahaan manufaktur
-
Periode: 2020–2024
4️⃣ Menyusun Pertanyaan Penelitian
Rumusan masalah biasanya berbentuk pertanyaan:
-
Apakah ROA berpengaruh terhadap harga saham?
-
Bagaimana pengaruh inflasi terhadap return pasar?
-
Apakah struktur modal memengaruhi nilai perusahaan?
Gunakan kalimat yang jelas dan tidak ambigu.
Cara Menyusun Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah jawaban yang ingin dicapai dari rumusan masalah.
Jika rumusan masalah berbentuk pertanyaan, maka tujuan berbentuk pernyataan.
Contoh:
Rumusan Masalah:
Apakah ROA berpengaruh terhadap harga saham perusahaan manufaktur?
Tujuan Penelitian:
Untuk menganalisis pengaruh ROA terhadap harga saham perusahaan manufaktur periode 2020–2024.
Prinsip penting:
Setiap rumusan masalah harus memiliki tujuan yang sesuai dan seimbang.
Contoh Rumusan Masalah yang Baik dan Kurang Tepat
❌ Kurang Tepat:
Bagaimana kondisi keuangan perusahaan di Indonesia?
(Terlalu luas dan tidak terukur)
✅ Lebih Tepat:
Apakah struktur modal berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada sektor perbankan yang terdaftar di BEI periode 2020–2024?
(Lebih spesifik, terukur, dan jelas objeknya)
Kesalahan Umum
-
Rumusan masalah terlalu umum
-
Tidak sesuai dengan latar belakang
-
Variabel tidak terdefinisi jelas
-
Tidak memiliki data pendukung
-
Tujuan tidak sinkron dengan rumusan masalah
Format Ideal Rumusan Masalah dalam Proposal
Biasanya ditulis dalam bentuk poin:
-
Apakah variabel X berpengaruh terhadap Y?
-
Apakah variabel X1, X2, dan X3 secara simultan berpengaruh terhadap Y?
-
Variabel manakah yang paling dominan memengaruhi Y?
Kesimpulan
Rumusan masalah adalah jantung penelitian. Kemampuan merumuskan masalah yang tajam dan sistematis akan menentukan kualitas proposal, skripsi, bahkan publikasi ilmiah di masa depan.
Semakin spesifik dan terukur rumusan masalah, semakin kuat desain penelitian yang dapat dibangun.
---
Silahkan pelajari slide-nya

Komentar
Posting Komentar