Pengantar E-Commerce
1. Definisi E-Commerce
-
Secara umum: E-commerce (electronic commerce) adalah semua bentuk transaksi komersial (jual beli barang/jasa) yang dilakukan melalui media elektronik, khususnya internet.
-
Menurut Laudon & Traver (2022): E-commerce involves digitally enabled commercial transactions between and among organizations and individuals.
-
Menurut Turban et al. (2018): E-commerce adalah proses membeli, menjual, mentransfer, atau bertukar produk, jasa, atau informasi melalui jaringan komputer, termasuk internet.
👉 Kata kunci e-commerce: transaksi, digital/elektronik, pertukaran nilai.
2. Sejarah E-Commerce
-
1960-an
-
Awal mula Electronic Data Interchange (EDI) digunakan oleh perusahaan besar untuk bertukar dokumen bisnis (invoice, purchase order) secara elektronik.
-
-
1970–1980-an
-
Sistem perbankan mulai menggunakan Electronic Funds Transfer (EFT) untuk transfer dana antar bank.
-
Beberapa perusahaan mengembangkan online shopping terbatas (misalnya Minitel di Prancis).
-
-
1990-an
-
Internet komersial berkembang pesat.
-
1994: Amazon didirikan sebagai toko buku online.
-
1995: eBay lahir sebagai platform lelang online.
-
Mulai muncul dot-com era dengan banyak startup berbasis internet.
-
-
2000-an
-
Munculnya media sosial (Facebook, Twitter) mendorong social commerce.
-
Pembayaran digital berkembang (PayPal, credit card online).
-
-
2010-an
-
Era mobile commerce (m-commerce) melalui smartphone & aplikasi.
-
Marketplace besar lahir di Asia: Alibaba, Tokopedia, Bukalapak, Shopee.
-
Layanan ride-hailing (Grab, Gojek) ikut memperluas konsep e-commerce.
-
-
2020-an
-
Pandemi COVID-19 mempercepat adopsi e-commerce global.
-
Tren baru: live commerce, AI personalization, blockchain & cryptocurrency, AR/VR shopping.
-
3. Perkembangan dan Tren Terkini
-
Global
-
Menurut Statista (2023), nilai pasar e-commerce global mencapai lebih dari US$ 6,3 triliun.
-
Diprediksi terus tumbuh dengan kontribusi besar dari Asia-Pasifik.
-
-
Indonesia
-
Berdasarkan Google, Temasek, & Bain (e-Conomy SEA 2023), nilai pasar e-commerce Indonesia mencapai US$ 62 miliar dan diproyeksikan tumbuh hingga US$ 82 miliar pada 2025.
-
Indonesia menjadi pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara.
-
-
Tren Terkini
-
Social Commerce → transaksi melalui platform media sosial.
-
Mobile Commerce → dominasi transaksi via smartphone.
-
Personalized Shopping → penggunaan AI untuk rekomendasi produk.
-
Digital Payment → e-wallet (OVO, GoPay, Dana, ShopeePay) semakin populer.
-
Omni-channel Strategy → integrasi offline dan online (contoh: Click & Collect).
-
Sustainability in E-Commerce → tren konsumen memperhatikan aspek ramah lingkungan.
-
4. Manfaat E-Commerce
-
Bagi Perusahaan: akses pasar global, biaya operasional lebih rendah, efisiensi distribusi.
-
Bagi Konsumen: kenyamanan, harga kompetitif, pilihan produk lebih luas.
-
Bagi Perekonomian: menciptakan peluang kerja baru, mendorong inovasi digital, meningkatkan daya saing bangsa.
5. Tantangan E-Commerce
-
Keamanan transaksi & perlindungan data.
-
Regulasi dan pajak transaksi digital.
-
Persaingan ketat di pasar global.
-
Masalah logistik dan infrastruktur (khususnya di daerah terpencil).
6. Diskusi Kelas
-
Apa perbedaan mendasar antara e-commerce dengan perdagangan konvensional?
-
Bagaimana dampak pandemi COVID-19 terhadap perkembangan e-commerce di Indonesia?
-
Menurut Anda, tren apa yang paling menjanjikan dalam 5 tahun ke depan?
7. Referensi
-
Laudon, K. C., & Traver, C. G. (2022). E-commerce 2022: Business, Technology, and Society. Pearson.
-
Turban, E., Outland, J., King, D., Lee, J. K., Liang, T. P., & Turban, D. C. (2018). Electronic Commerce 2018: A Managerial and Social Networks Perspective. Springer.
-
Chaffey, D. (2019). Digital Business and E-Commerce Management. Pearson.
-
Statista. (2023). Retail e-commerce sales worldwide 2014–2027.
-
Google, Temasek, & Bain. (2023). e-Conomy SEA Report.
Komentar
Posting Komentar