Anggaran Overhead Pabrik dan Biaya Operasional

Materi Pembelajaran — Pertemuan 7

Anggaran Overhead Pabrik dan Biaya Operasional

Mata Kuliah Penganggaran Perusahaan — Program Studi S1 Manajemen

Pertemuan
7 dari 16
Tingkat
Menengah
Metode
Penjelasan + Tugas Spreadsheet + Diskusi Kelompok
Tujuan Pembelajaran Mahasiswa mampu menyusun anggaran biaya overhead pabrik dan biaya operasional.

1.Klasifikasi Biaya Overhead Pabrik (Tetap/Variabel)

Setelah bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung dianggarkan, komponen biaya produksi yang ketiga adalah biaya overhead, yaitu seluruh biaya produksi selain bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Pada perusahaan manufaktur biaya ini disebut overhead pabrik; pada CV Kopi Nusantara, biaya serupa muncul di gerai, misalnya sewa tempat, penyusutan mesin kopi, pemeliharaan peralatan, gaji supervisor gerai, listrik, dan perlengkapan habis pakai. Biaya-biaya ini tidak dapat ditelusuri ke setiap cangkir secara langsung sehingga harus dibebankan melalui tarif.

Langkah pertama dalam menganggarkan overhead adalah mengklasifikasikan setiap pos biaya berdasarkan perilakunya terhadap perubahan volume kegiatan:

  • Biaya tetap jumlah totalnya tidak berubah dalam rentang volume tertentu, misalnya asuransi gerai dan penyusutan garis lurus.
  • Biaya variabel jumlah totalnya berubah sebanding dengan volume kegiatan, misalnya gas untuk dapur yang bertambah seiring jumlah minuman yang dibuat.
  • Biaya semivariabel memiliki komponen tetap sekaligus variabel, misalnya paket internet dengan biaya dasar tetap ditambah biaya kelebihan pemakaian.
Contoh Pos BiayaPolaAlasan
Asuransi geraiTetapPremi sama setiap periode, tidak bergantung jumlah produksi.
Gas untuk dapurVariabelPemakaian meningkat seiring jumlah minuman yang diproduksi.
Paket internet geraiSemivariabelAda biaya dasar tetap dan tambahan sesuai pemakaian.

Biaya semivariabel perlu dipisahkan menjadi komponen tetap dan variabelnya sebelum dianggarkan. Salah satu cara sederhana adalah metode titik tertinggi dan terendah (high-low method): tarif variabel diperoleh dari selisih biaya dibagi selisih volume pada titik tertinggi dan terendah, kemudian komponen tetap diperoleh dengan mengurangkan biaya variabel dari total biaya. Sebagai contoh, apabila biaya internet pada 500 jam kerja langsung adalah Rp1.900.000 dan pada 800 jam adalah Rp2.200.000, maka tarif variabel = (Rp2.200.000 − Rp1.900.000) ÷ (800 − 500) = Rp1.000 per jam, dan komponen tetap = Rp1.900.000 − (500 × Rp1.000) = Rp1.400.000.

2.Tarif Overhead yang Dianggarkan

Karena overhead tidak dapat ditelusuri langsung ke produk, biaya ini dibebankan menggunakan tarif overhead berdasarkan suatu dasar pembebanan (allocation base) yang dianggap paling mencerminkan penyebab timbulnya biaya, misalnya jam kerja langsung, biaya tenaga kerja langsung, atau jumlah unit. Pada CV Kopi Nusantara digunakan jam kerja langsung hasil anggaran tenaga kerja pada Pertemuan 6.

Rumus
Anggaran Overhead = Overhead Tetap + (Tarif Variabel × Dasar Pembebanan)
Tarif Overhead = Anggaran Overhead ÷ Dasar Pembebanan
Infografis: Alur Penyusunan Anggaran Overhead dan Biaya Operasional

Dari klasifikasi biaya hingga anggaran biaya tidak langsung yang lengkap, dalam enam langkah.

1
Klasifikasikan Setiap Pos Biaya

Tetap, variabel, atau semivariabel.

2
Pisahkan Biaya Semivariabel

Uraikan menjadi komponen tetap dan komponen variabel.

3
Hitung Anggaran Overhead

Overhead tetap ditambah tarif variabel dikali dasar pembebanan (jam kerja langsung).

4
Tentukan Tarif Overhead

Total anggaran overhead dibagi dasar pembebanan.

5
Susun Anggaran Biaya Operasional

Biaya tetap berdasarkan kebijakan, biaya variabel berdasarkan anggaran penjualan.

6
= Anggaran Overhead dan Biaya Operasional

Total biaya tidak langsung per periode, siap diintegrasikan ke anggaran keuangan.

Sebagai ilustrasi, berikut adalah perhitungan overhead untuk Kopi Susu, menggunakan jam kerja langsung dari Pertemuan 6 (505; 547,5; 537,5; dan 645 jam), dengan overhead tetap Rp12.000.000 per kuartal dan tarif variabel Rp4.000 per jam:

KomponenQ1Q2Q3Q4Total Tahun
Jam Kerja Langsung505547,5537,56452.235
Overhead Tetap (Rp)12.000.00012.000.00012.000.00012.000.00048.000.000
Overhead Variabel (Rp)2.020.0002.190.0002.150.0002.580.0008.940.000
Total Anggaran Overhead (Rp)14.020.00014.190.00014.150.00014.580.00056.940.000
Tarif Overhead per Jam (Rp)27.76225.91826.32622.60525.477

Tarif dibulatkan ke rupiah terdekat.

Perhatikan bahwa tarif per jam berubah dari kuartal ke kuartal karena overhead tetap yang sama dibagi jam kerja yang berbeda-beda. Untuk menghindari tarif yang berfluktuasi, banyak perusahaan menetapkan tarif overhead di muka (predetermined overhead rate), yaitu total anggaran overhead setahun dibagi total dasar pembebanan setahun, pada contoh ini Rp25.477 per jam, kemudian memakainya sepanjang tahun anggaran.

3.Anggaran Biaya Operasional (Penjualan dan Administrasi)

Biaya operasional adalah biaya di luar proses produksi, terdiri atas biaya penjualan (biaya untuk memasarkan dan menjual produk, seperti promosi, komisi, dan biaya transaksi pembayaran) serta biaya administrasi dan umum (biaya mengelola perusahaan secara keseluruhan, seperti gaji staf administrasi, perlengkapan kantor, dan jasa akuntan). Berbeda dengan biaya produksi, biaya operasional tidak dibebankan ke produk, melainkan langsung dicatat sebagai beban periode.

Dasar penganggarannya bergantung pada sifat setiap pos:

Contoh Pos BiayaPolaDasar Penganggaran
Biaya transaksi QRIS (0,7% dari penjualan non-tunai)VariabelAnggaran penjualan (Pertemuan 3)
Promosi media sosialTetap diskresionerKebijakan dan target manajemen
Gaji staf administrasiTetap terikatDaftar karyawan dan struktur gaji
Jasa akuntan/auditTetap terikatKontrak dengan penyedia jasa

Biaya tetap terikat (committed) sulit diubah dalam jangka pendek karena bersumber dari komitmen yang sudah ada, sedangkan biaya tetap diskresioner dapat dinaikkan atau dikurangi sesuai kebijakan manajemen. Pembedaan ini penting dalam proses negosiasi anggaran: ketika perusahaan perlu melakukan efisiensi, biaya diskresioner biasanya menjadi pos yang pertama ditinjau, namun pemangkasan promosi yang berlebihan dapat menekan penjualan pada periode berikutnya.

Dengan selesainya anggaran biaya operasional, seluruh anggaran operasional telah tersusun, yaitu penjualan, produksi, bahan baku, tenaga kerja langsung, overhead, dan biaya operasional. Hasilnya akan menjadi masukan untuk anggaran keuangan (anggaran kas, laba rugi, dan neraca) pada pertemuan-pertemuan setelah UTS.

Rangkuman

  • Overhead adalah biaya produksi selain bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung; biaya ini diklasifikasikan menjadi tetap, variabel, dan semivariabel.
  • Biaya semivariabel dipisahkan menjadi komponen tetap dan variabel, misalnya dengan metode titik tertinggi dan terendah.
  • Anggaran overhead = overhead tetap + (tarif variabel × dasar pembebanan); tarif overhead = anggaran overhead ÷ dasar pembebanan.
  • Tarif overhead di muka (setahun penuh) menghindari fluktuasi tarif antar-periode akibat overhead tetap yang dibagi volume berbeda-beda.
  • Biaya operasional terdiri atas biaya penjualan dan administrasi; biaya variabelnya mengacu pada anggaran penjualan, sedangkan biaya tetapnya mengacu pada kebijakan dan komitmen (terikat atau diskresioner).

Pertanyaan Refleksi

  1. Mengapa overhead tidak dapat ditelusuri langsung ke setiap cangkir minuman, dan bagaimana perusahaan membebankannya?
  2. Biaya internet gerai sebesar Rp1.600.000 pada 400 jam dan Rp2.000.000 pada 600 jam. Pisahkan komponen tetap dan variabelnya dengan metode titik tertinggi dan terendah.
  3. Mengapa penggunaan tarif overhead di muka sepanjang tahun lebih disukai dibandingkan tarif yang dihitung ulang setiap kuartal?
  4. Berikan satu contoh biaya tetap terikat dan satu contoh biaya tetap diskresioner pada CV Kopi Nusantara, lalu jelaskan mana yang lebih mungkin dipangkas saat perusahaan harus berhemat.

Referensi

Referensi Teori

  • Hansen & Mowen — Managerial Accounting — bab Anggaran Overhead dan Biaya Operasional.
  • Horngren, Datar & Rajan — Cost Accounting: A Managerial Emphasis — bab Flexible Budgets, Direct-Cost Variances, and Management Control (pengantar klasifikasi biaya).

Referensi Tugas

  • Template spreadsheet anggaran overhead & biaya operasional (disiapkan dosen).

Komentar

POPULER

Anggaran Tenaga Kerja Langsung

Silabus Mata Kuliah Teori Pengambilan Keputusan

Bias dan Kesalahan dalam Pengambilan Keputusan

Keputusan pada Kondisi Kepastian dan Risiko

G20/OECD Principles dan Arsitektur Tata Kelola Korporasi Indonesia