Konsep Dasar dan Peran Keputusan dalam Manajemen
Konsep Dasar dan Peran Keputusan dalam Manajemen
Mata Kuliah Teori Pengambilan Keputusan — Program Studi S1 Manajemen
- Pertemuan
- 1 dari 16
- Tingkat
- Dasar
- Estimasi Waktu Baca
- ±25–30 menit
- Metode
- Lecture & Diskusi
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Menjelaskan pengertian keputusan dan pengambilan keputusan dalam konteks manajerial.
- Mengidentifikasi unsur-unsur pokok yang membentuk sebuah keputusan.
- Menjelaskan peran keputusan dalam setiap fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian).
- Membedakan jenis-jenis keputusan berdasarkan sifat dan level manajemen di mana keputusan itu diambil.
1.Pengertian Keputusan dan Pengambilan Keputusan
Bagian ini membahas makna dasar dari istilah "keputusan" dan "pengambilan keputusan" serta mengapa keduanya menjadi inti dari aktivitas manajerial.
Secara sederhana, keputusan (decision) adalah hasil akhir dari sebuah proses pemilihan, yaitu terpilihnya satu tindakan tertentu dari dua atau lebih alternatif tindakan yang tersedia, dengan tujuan menyelesaikan suatu masalah atau mencapai suatu sasaran. Keputusan tidak muncul begitu saja; ia adalah output dari sebuah proses berpikir yang mempertimbangkan informasi, nilai, dan konsekuensi.
Pengambilan keputusan (decision making) sendiri merujuk pada proses itu sendiri — yaitu rangkaian langkah sistematis mulai dari menyadari adanya masalah, mengumpulkan informasi, menyusun alternatif, menilai alternatif tersebut, hingga akhirnya memilih salah satu alternatif untuk dilaksanakan. Dengan kata lain, keputusan adalah hasil, sedangkan pengambilan keputusan adalah proses yang menghasilkannya.
Beberapa sudut pandang berikut membantu memperkaya pemahaman ini:
- Herbert Simon memandang pengambilan keputusan sebagai inti dari aktivitas manajerial itu sendiri — ia bahkan menyamakan proses manajemen dengan proses pengambilan keputusan, karena hampir setiap tindakan manajer diawali oleh sebuah pilihan di antara berbagai kemungkinan.
- Robbins & Coulter menegaskan bahwa pengambilan keputusan bukanlah aktivitas manajerial yang berdiri sendiri, melainkan melekat (inheren) pada setiap fungsi manajemen — setiap kali seorang manajer merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, atau mengendalikan, di situ selalu ada keputusan yang harus diambil.
- Daft memandang manajer pada dasarnya adalah seorang pengambil keputusan; kualitas keputusan yang diambil manajer secara langsung memengaruhi efektivitas dan kinerja organisasi secara keseluruhan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan bersifat universal dalam manajemen: ia terjadi di semua level organisasi, dari keputusan strategis oleh direksi hingga keputusan operasional oleh staf lini depan.
2.Unsur-Unsur Keputusan
Setiap keputusan — sesederhana atau sekompleks apa pun — pada dasarnya dibangun dari empat unsur pokok berikut.
a. Masalah (Problem)
Masalah adalah kesenjangan (gap) antara kondisi yang senyatanya terjadi (kondisi aktual) dengan kondisi yang diinginkan atau ditargetkan (kondisi ideal). Kesenjangan inilah yang memicu kebutuhan akan sebuah keputusan. Tanpa adanya kesenjangan yang disadari, tidak akan ada dorongan untuk mengambil keputusan.
b. Alternatif (Alternatives)
Alternatif adalah pilihan-pilihan tindakan yang mungkin dapat ditempuh untuk menutup kesenjangan atau menyelesaikan masalah tersebut. Semakin banyak dan semakin kreatif alternatif yang berhasil diidentifikasi, semakin besar peluang untuk menemukan solusi yang optimal — namun proses identifikasi alternatif itu sendiri dibatasi oleh waktu, informasi, dan sumber daya yang tersedia.
c. Kriteria (Criteria)
Kriteria adalah standar atau ukuran yang digunakan untuk menilai dan membandingkan alternatif-alternatif yang ada, sehingga pengambil keputusan dapat menentukan mana yang paling sesuai. Kriteria dapat bersifat kuantitatif (misalnya biaya, waktu, tingkat pengembalian) maupun kualitatif (misalnya reputasi, kenyamanan, kesesuaian nilai perusahaan).
d. Konsekuensi (Consequences)
Konsekuensi adalah hasil atau dampak yang timbul setelah suatu alternatif dipilih dan dilaksanakan — baik dampak yang diinginkan (manfaat) maupun yang tidak diinginkan (risiko atau efek samping). Memahami konsekuensi sejak awal membantu pengambil keputusan mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi setelah keputusan dijalankan.
| Unsur | Pertanyaan Kunci | Contoh pada Kasus Kedai Kopi |
|---|---|---|
| Masalah | Apa kesenjangan yang terjadi? | Penjualan siang hari menurun dibanding target. |
| Alternatif | Tindakan apa saja yang bisa diambil? | Menambah menu makan siang; diskon jam siang; layanan pesan-antar. |
| Kriteria | Bagaimana menilai tiap alternatif? | Biaya implementasi, potensi kenaikan omzet, kemudahan eksekusi. |
| Konsekuensi | Apa dampak dari pilihan yang diambil? | Kenaikan biaya bahan baku, namun omzet siang berpotensi naik. |
Catatan: sebagian literatur turut menambahkan unsur "pengambil keputusan" (decision maker) dan "tujuan" (objective) sebagai konteks yang melingkupi keempat unsur di atas. Kedua hal ini akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan mengenai proses pengambilan keputusan.
3.Peran Keputusan dalam Fungsi Manajemen
Pengambilan keputusan tidak berdiri sendiri sebagai satu fungsi manajemen, melainkan hadir dan melekat pada keempat fungsi manajemen klasik: Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, dan Pengendalian (POAC).
| Fungsi Manajemen | Peran Keputusan di Dalamnya | Contoh Keputusan |
|---|---|---|
| Perencanaan (Planning) | Menentukan tujuan organisasi, strategi untuk mencapainya, serta alokasi sumber daya yang dibutuhkan. | Menetapkan target penjualan tahun depan; memilih pasar geografis baru untuk ekspansi. |
| Pengorganisasian (Organizing) | Menentukan struktur organisasi, pembagian kerja, serta hubungan wewenang dan tanggung jawab. | Memutuskan apakah membentuk divisi baru atau menggabungkan dua departemen. |
| Pengarahan (Leading/Actuating) | Menentukan cara memotivasi, membimbing, dan berkomunikasi dengan anggota organisasi agar bekerja mencapai tujuan. | Memilih gaya kepemimpinan yang diterapkan pada tim yang baru dibentuk; menentukan skema insentif karyawan. |
| Pengendalian (Controlling) | Menetapkan standar kinerja, memantau pelaksanaan, dan memutuskan tindakan korektif bila terjadi penyimpangan. | Memutuskan langkah perbaikan ketika realisasi produksi berada di bawah target anggaran. |
Karena keempat fungsi manajemen tersebut berlangsung secara berkesinambungan dan saling terkait, maka pengambilan keputusan juga berlangsung secara terus-menerus di sepanjang siklus manajemen — bukan sebagai peristiwa yang terjadi sesekali saja. Inilah sebabnya kemampuan mengambil keputusan yang baik dianggap sebagai salah satu kompetensi inti (core competency) seorang manajer pada semua jenjang.
4.Jenis-Jenis Keputusan
Keputusan manajerial dapat diklasifikasikan dari berbagai sudut pandang. Dua klasifikasi yang paling umum digunakan adalah berdasarkan sifat keputusan dan berdasarkan level manajemen yang mengambilnya.
a. Berdasarkan Sifatnya: Keputusan Terprogram dan Tidak Terprogram
Keputusan terprogram (programmed decision) adalah keputusan yang bersifat rutin, berulang, dan dapat diselesaikan mengikuti prosedur, aturan, atau kebijakan standar yang sudah ditetapkan sebelumnya. Karena situasinya sudah pernah dihadapi sebelumnya, risiko dan ketidakpastiannya relatif rendah.
Keputusan tidak terprogram (non-programmed decision) adalah keputusan yang bersifat unik, tidak terstruktur, dan tidak memiliki preseden atau prosedur baku untuk menyelesaikannya. Keputusan jenis ini menuntut analisis yang lebih mendalam, kreativitas, dan penilaian (judgment) dari pengambil keputusan karena informasi yang tersedia seringkali tidak lengkap.
b. Berdasarkan Level Manajemen: Strategis, Taktis, dan Operasional
Klasifikasi ini mengaitkan jenis keputusan dengan jenjang manajemen (top, middle, lower management) yang biasanya berwenang mengambilnya, serta cakupan waktu dan dampaknya terhadap organisasi.
| Jenis | Diambil Oleh | Cakupan Waktu & Dampak | Contoh |
|---|---|---|---|
| Strategis | Manajemen puncak (top management) | Jangka panjang; dampak luas dan menyeluruh bagi organisasi | Memasuki pasar internasional baru. |
| Taktis | Manajemen menengah (middle management) | Jangka menengah; menerjemahkan strategi menjadi rencana yang lebih konkret | Menentukan alokasi anggaran pemasaran per wilayah. |
| Operasional | Manajemen lini pertama (lower management) | Jangka pendek; berkaitan dengan aktivitas rutin harian | Menyusun jadwal shift karyawan minggu ini. |
Perlu dicatat bahwa kedua klasifikasi ini saling melengkapi: keputusan strategis umumnya bersifat tidak terprogram (karena unik dan berdampak besar), sementara keputusan operasional lebih sering bersifat terprogram (karena rutin dan dapat diprosedurkan) — meskipun tidak selalu demikian pada setiap kasus.
Rangkuman
- Keputusan adalah hasil pemilihan satu tindakan dari beberapa alternatif; pengambilan keputusan adalah proses sistematis yang menghasilkannya.
- Pengambilan keputusan melekat pada seluruh aktivitas manajerial, bukan fungsi yang berdiri sendiri.
- Setiap keputusan dibangun dari empat unsur pokok: masalah, alternatif, kriteria, dan konsekuensi.
- Keputusan berperan dalam keempat fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian (POAC).
- Keputusan dapat diklasifikasikan berdasarkan sifatnya (terprogram vs tidak terprogram) dan berdasarkan level manajemen (strategis, taktis, operasional).
Pertanyaan Diskusi & Latihan
- Ceritakan satu keputusan yang pernah Anda ambil (pribadi atau organisasi) dan identifikasi keempat unsurnya: masalah, alternatif, kriteria, dan konsekuensi.
- Berikan masing-masing satu contoh keputusan terprogram dan tidak terprogram dari industri yang Anda minati, lalu jelaskan alasannya.
- Pilih satu perusahaan yang Anda kenal. Identifikasi satu contoh keputusan strategis, satu keputusan taktis, dan satu keputusan operasional yang mungkin diambil perusahaan tersebut.
- Mengapa Robbins & Coulter berpendapat bahwa pengambilan keputusan "melekat" pada seluruh fungsi manajemen, bukan fungsi tersendiri? Jelaskan dengan bahasa Anda sendiri disertai contoh.
Referensi
- Robbins, S. P., & Coulter, M. (edisi terbaru). Management — bab Managers as Decision Makers. Pearson.
- Daft, R. L. (edisi terbaru). Management — bab Managerial Decision Making. Cengage Learning.
Materi ini merupakan rangkuman dan penjelasan penulis berdasarkan kedua referensi di atas; nomor edisi dan halaman agar diverifikasi ulang oleh dosen pengampu sesuai edisi yang digunakan.
.png)
Komentar
Posting Komentar