Pertemuan 2 — Cloud Computing untuk Akuntansi



Cloud Accounting and Fintech  ·  D3 Komputerisasi Akuntansi

Pertemuan 2 — Cloud Computing untuk Akuntansi

Tingkat: Dasar Bobot: 2 SKS Orientasi: Teori pengantar (fondasi konsep sebelum praktik software)

Pada Pertemuan 1, kita sudah mengenal bahwa cloud accounting adalah salah satu titik pertemuan antara akuntansi dan teknologi. Pertemuan ini masuk lebih dalam ke fondasi teknisnya: apa itu cloud computing, model layanan dan model penyebarannya, serta mengapa cloud accounting adalah salah satu bentuk penerapannya. Modul ini adalah dasar konseptual sebelum mahasiswa mulai praktik langsung di platform cloud accounting pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

Tujuan

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian cloud computing dan mengapa konsep ini menjadi dasar cloud accounting.
  2. Membedakan tiga model layanan cloud computing: IaaS, PaaS, dan SaaS.
  3. Membedakan model deployment cloud: public, private, dan hybrid cloud.
  4. Menjelaskan mengapa cloud accounting digolongkan sebagai bentuk penerapan SaaS.
  5. Membandingkan sistem cloud accounting dengan sistem on-premise (desktop).
  6. Menjelaskan manfaat dan keterbatasan cloud accounting bagi pengguna, khususnya UMKM.
  7. Menjelaskan konsep keamanan akses dan multi-user access pada sistem cloud.
  8. Menjelaskan konsep real-time data dan backup pada cloud accounting.
1

Pengertian Cloud Computing

Cloud computing (komputasi awan) adalah model penyediaan sumber daya komputasi — seperti server, penyimpanan data, jaringan, dan aplikasi — yang diakses melalui internet, tanpa pengguna perlu memiliki dan merawat infrastruktur fisiknya sendiri. Alih-alih membeli dan menginstal server sendiri, pengguna cukup "menyewa" sumber daya tersebut dari penyedia layanan cloud, dan membayar sesuai penggunaan.

Analogi sederhana: dibandingkan membangun pembangkit listrik sendiri di rumah, kebanyakan orang lebih memilih berlangganan listrik dari PLN — tinggal pakai, bayar sesuai pemakaian, dan urusan pemeliharaan pembangkit menjadi tanggung jawab penyedia. Cloud computing bekerja dengan logika serupa, tetapi untuk sumber daya komputasi (server, penyimpanan, aplikasi).

Karakteristik umum cloud computing

  • On-demand self-service. Pengguna bisa mengatur sendiri kebutuhan sumber daya (misalnya menambah kapasitas penyimpanan) tanpa harus menghubungi teknisi.
  • Broad network access. Diakses melalui jaringan/internet, dari berbagai jenis perangkat.
  • Resource pooling. Sumber daya penyedia digunakan bersama oleh banyak pengguna secara efisien.
  • Rapid elasticity. Kapasitas dapat ditambah atau dikurangi dengan cepat sesuai kebutuhan.
  • Measured service. Penggunaan sumber daya terukur, sehingga biaya dapat disesuaikan dengan pemakaian aktual (model berlangganan).
Kaitannya dengan akuntansi

Cloud accounting yang dibahas sejak Pertemuan 1 sebenarnya adalah salah satu aplikasi yang dijalankan di atas infrastruktur cloud computing ini. Untuk memahami cloud accounting secara utuh, mahasiswa perlu memahami dulu tiga model layanan cloud computing pada bagian berikut.

2

Model Layanan Cloud Computing: IaaS, PaaS, SaaS

Layanan cloud computing umumnya dikelompokkan menjadi tiga model utama, dibedakan berdasarkan seberapa banyak yang dikelola oleh penyedia layanan dan seberapa banyak yang masih menjadi tanggung jawab pengguna.

Tabel 1. Tiga model layanan cloud computing
Model Kepanjangan Yang disediakan penyedia Yang masih diurus pengguna Contoh
IaaS Infrastructure as a Service Server, penyimpanan, jaringan (infrastruktur dasar) Sistem operasi, aplikasi, data Menyewa "komputer virtual" di data center penyedia
PaaS Platform as a Service Infrastruktur + sistem operasi + platform pengembangan Aplikasi yang dibangun di atas platform tersebut Platform untuk mengembangkan dan menjalankan aplikasi buatan sendiri
SaaS Software as a Service Semuanya — infrastruktur, platform, dan aplikasi siap pakai Hanya data dan pengaturan penggunaan aplikasi Aplikasi cloud accounting siap pakai (tinggal login & gunakan)

Semakin ke bawah tabel di atas (dari IaaS ke SaaS), semakin sedikit hal teknis yang perlu diurus pengguna, dan semakin banyak yang sudah disediakan oleh penyedia layanan. Cloud accounting yang akan dipraktikkan pada pertemuan-pertemuan berikutnya berada pada level SaaS — mahasiswa (atau pemilik UMKM) cukup login dan langsung mencatat transaksi, tanpa perlu memikirkan server atau instalasi apa pun.

3

Model Deployment: Public, Private, Hybrid Cloud

Selain model layanan, cloud computing juga dibedakan berdasarkan bagaimana infrastrukturnya disebarkan (deployment) — siapa saja yang menggunakan infrastruktur tersebut dan di mana ia berada.

  • Public cloud. Infrastruktur dimiliki dan dikelola oleh penyedia layanan pihak ketiga, dan digunakan bersama oleh banyak organisasi/pengguna berbeda (multi-tenant). Ini adalah model paling umum dan paling terjangkau — sebagian besar aplikasi cloud accounting yang akan dipraktikkan pada mata kuliah ini menggunakan model public cloud.
  • Private cloud. Infrastruktur cloud yang didedikasikan hanya untuk satu organisasi, baik dikelola sendiri maupun oleh pihak ketiga. Lebih mahal, tetapi memberi kendali dan keamanan lebih besar — biasanya dipakai perusahaan besar dengan kebutuhan data sangat sensitif.
  • Hybrid cloud. Kombinasi public dan private cloud, di mana sebagian data/aplikasi disimpan di private cloud (misalnya data sensitif) dan sebagian lagi di public cloud (misalnya aplikasi yang tidak terlalu sensitif), dengan keduanya saling terhubung.
Untuk UMKM

Hampir seluruh platform cloud accounting yang ditujukan bagi UMKM di Indonesia (Accurate Online, Mekari Jurnal, Zahir Online, Kledo) menggunakan model public cloud, karena model ini paling efisien dari sisi biaya dan paling mudah diakses banyak pengguna sekaligus.

4

Cloud Accounting sebagai Bentuk SaaS

Setelah memahami tiga model layanan pada bagian 2, sekarang kita bisa menempatkan cloud accounting secara tepat: cloud accounting adalah salah satu bentuk penerapan SaaS yang khusus digunakan untuk mencatat dan mengelola data akuntansi.

Ciri-ciri cloud accounting sebagai SaaS:

  • Pengguna tidak menginstal software apa pun di komputernya — cukup membuka aplikasi lewat browser (atau aplikasi ringan di ponsel).
  • Pembaruan fitur, perbaikan bug, dan peningkatan keamanan dilakukan otomatis oleh penyedia, tanpa pengguna perlu melakukan instalasi ulang.
  • Model bisnisnya umumnya berlangganan (subscription) — bulanan atau tahunan, bukan membeli lisensi sekali bayar.
  • Data pengguna tersimpan di server penyedia (biasanya dijalankan di atas infrastruktur public cloud milik penyedia infrastruktur besar).

Contoh aplikasi cloud accounting yang beredar di Indonesia — Accurate Online, Mekari Jurnal, Zahir Online, dan Kledo — semuanya berjalan dengan pola SaaS ini. Perbandingan mendalam antar-platform tersebut akan dibahas pada Pertemuan 3.

5

Perbedaan Cloud vs On-Premise

"On-premise" berarti aplikasi diinstal dan dijalankan pada perangkat keras milik sendiri (komputer atau server kantor) — inilah pola sistem akuntansi terkomputerisasi generasi sebelumnya yang telah disinggung pada Pertemuan 1. Berikut perbandingan langsung keduanya dari sisi teknis:

Tabel 2. Cloud accounting vs sistem akuntansi on-premise
Aspek On-Premise Cloud Accounting
Instalasi Perlu instal software di setiap komputer Tidak perlu instalasi; akses lewat browser/aplikasi
Investasi awal Tinggi (lisensi + perangkat keras/server) Rendah; umumnya biaya berlangganan berkala
Pemeliharaan & pembaruan Tanggung jawab internal perusahaan Ditangani otomatis oleh penyedia layanan
Akses Terbatas pada perangkat/jaringan yang terinstal Bisa diakses dari mana saja via internet
Skalabilitas Perlu penambahan perangkat keras untuk berkembang Kapasitas dapat disesuaikan dengan mudah
Ketergantungan internet Tidak bergantung koneksi internet untuk beroperasi Membutuhkan koneksi internet yang stabil

Baris terakhir pada tabel di atas penting untuk digarisbawahi: cloud accounting memberi banyak kemudahan, tetapi juga menciptakan ketergantungan baru pada koneksi internet — sesuatu yang perlu dipertimbangkan UMKM di daerah dengan akses internet kurang stabil.

6

Manfaat dan Keterbatasan Cloud Accounting

Menimbang tabel perbandingan sebelumnya, berikut rangkuman manfaat dan keterbatasan cloud accounting secara lebih eksplisit:

Manfaat

  • Biaya awal rendah, cocok untuk UMKM dengan modal terbatas
  • Bisa diakses kapan saja, di mana saja
  • Mendukung kolaborasi banyak pengguna secara bersamaan
  • Update fitur & keamanan berjalan otomatis
  • Data lebih mudah dicadangkan (backup)

Keterbatasan

  • Bergantung pada koneksi internet yang stabil
  • Biaya berlangganan berjalan terus-menerus (bukan sekali bayar)
  • Data disimpan di server pihak ketiga, sehingga kepercayaan pada penyedia menjadi penting
  • Kustomisasi fitur biasanya lebih terbatas dibanding sistem yang dibangun sendiri
Poin diskusi

Bagi UMKM di Indonesia, manfaat biaya awal yang rendah umumnya jauh lebih besar dibanding keterbatasannya — inilah salah satu alasan mengapa adopsi cloud accounting terus meningkat di kalangan usaha kecil dan menengah.

7

Keamanan Akses dan Multi-User Access

Karena data cloud accounting bisa diakses dari mana saja, pengaturan keamanan akses menjadi sangat penting. Dua konsep kunci yang perlu dipahami mahasiswa pada tahap ini:

  • Autentikasi pengguna (login). Setiap pengguna memiliki akun (username/email dan kata sandi) sendiri untuk masuk ke sistem, sehingga aktivitas setiap pengguna dapat dilacak.
  • Multi-user access dengan hak akses berjenjang. Satu perusahaan bisa memiliki banyak pengguna (pemilik usaha, staf admin, akuntan eksternal) yang mengakses sistem yang sama, tetapi masing-masing dapat diberi hak akses berbeda — misalnya staf admin hanya boleh input transaksi, sementara pemilik usaha bisa melihat seluruh laporan keuangan.

Pengaturan hak akses berjenjang ini penting untuk pengendalian internal: mencegah satu orang memiliki kendali penuh atas seluruh proses pencatatan tanpa pengawasan (prinsip pemisahan tugas/segregation of duties), sekaligus membatasi risiko jika salah satu akun disalahgunakan.

Pratinjau materi lanjutan

Praktik langsung mengatur multi-user dan hak akses pada aplikasi cloud accounting akan dipelajari pada Pertemuan 5 (Setup Perusahaan pada Cloud Accounting). Sementara itu, aspek keamanan yang lebih luas — termasuk regulasi pelindungan data pribadi dan mitigasi fraud — akan dibahas mendalam pada Pertemuan 15.

8

Real-Time Data dan Backup

Dua ciri teknis lain yang membedakan cloud accounting dari sistem lama adalah real-time data dan backup otomatis.

  • Real-time data berarti setiap transaksi yang diinput oleh satu pengguna langsung tercermin pada tampilan pengguna lain yang mengakses sistem yang sama, tanpa perlu proses sinkronisasi manual. Misalnya, ketika staf admin mencatat penjualan, pemilik usaha yang sedang membuka dashboard di ponselnya akan langsung melihat perubahan angka penjualan tersebut.
  • Backup otomatis berarti data yang tersimpan di server penyedia layanan secara rutin dicadangkan oleh penyedia, sehingga risiko kehilangan data akibat kerusakan perangkat pengguna (laptop rusak, HP hilang, dsb.) jauh berkurang dibanding sistem on-premise yang backup-nya menjadi tanggung jawab penuh perusahaan sendiri.
Catatan penting

Backup otomatis oleh penyedia layanan tidak berarti pengguna bisa sepenuhnya lepas tanggung jawab. Praktik yang baik tetap menganjurkan pengguna memahami kebijakan backup dan pemulihan data (disaster recovery) dari platform yang digunakan — topik ini akan diperdalam pada Pertemuan 15.

Ringkas

Rangkuman

Delapan hal yang perlu diingat dari Pertemuan 2

  • Cloud computing adalah model penyediaan sumber daya komputasi (server, penyimpanan, aplikasi) melalui internet, tanpa pengguna perlu memiliki infrastrukturnya sendiri.
  • Ada tiga model layanan cloud computing: IaaS (infrastruktur), PaaS (platform), dan SaaS (aplikasi siap pakai).
  • Ada tiga model deployment: public cloud (umum & terjangkau), private cloud (khusus satu organisasi), dan hybrid cloud (kombinasi keduanya).
  • Cloud accounting adalah bentuk penerapan SaaS yang khusus untuk pencatatan akuntansi.
  • Dibanding sistem on-premise, cloud accounting unggul dalam biaya awal, akses, dan skalabilitas, tetapi bergantung pada koneksi internet.
  • Manfaat utama cloud accounting bagi UMKM umumnya lebih besar dibanding keterbatasannya.
  • Keamanan akses diatur lewat autentikasi dan hak akses berjenjang pada sistem multi-user.
  • Real-time data dan backup otomatis adalah dua ciri teknis cloud accounting yang mengurangi risiko keterlambatan informasi dan kehilangan data.
Latihan

Latihan Pemahaman (Cek Mandiri)

Jawab pertanyaan berikut sebelum pertemuan berikutnya. Klik "Lihat kunci jawaban" untuk memeriksa pemahaman Anda.

  1. Cloud accounting tergolong ke dalam model layanan cloud computing yang mana? Jelaskan alasannya.
    Lihat kunci jawaban

    SaaS (Software as a Service), karena pengguna cukup menggunakan aplikasi yang sudah jadi lewat browser/aplikasi tanpa perlu mengurus infrastruktur atau platform di baliknya — semuanya sudah disediakan oleh penyedia layanan.

  2. Sebutkan satu perbedaan antara public cloud dan private cloud.
    Lihat kunci jawaban

    Public cloud digunakan bersama oleh banyak organisasi/pengguna berbeda (multi-tenant) dan dikelola pihak ketiga, sedangkan private cloud didedikasikan hanya untuk satu organisasi saja.

  3. Sebutkan satu manfaat dan satu keterbatasan utama cloud accounting dibanding sistem on-premise.
    Lihat kunci jawaban

    Manfaat: biaya awal lebih rendah dan bisa diakses dari mana saja. Keterbatasan: sangat bergantung pada koneksi internet yang stabil untuk bisa beroperasi.

  4. Mengapa multi-user access pada cloud accounting perlu diatur dengan hak akses berjenjang, bukan disamaratakan untuk semua pengguna?
    Lihat contoh jawaban

    Agar setiap pengguna hanya bisa mengakses/melakukan sesuai perannya (misalnya staf admin hanya input transaksi, pemilik usaha bisa melihat seluruh laporan), sehingga mendukung pengendalian internal dan mengurangi risiko penyalahgunaan akses oleh satu pihak.

  5. Jelaskan dengan kata-kata sendiri, apa yang dimaksud dengan "real-time data" pada cloud accounting.
    Lihat contoh jawaban

    Setiap perubahan data yang diinput oleh satu pengguna langsung terlihat oleh pengguna lain yang mengakses sistem yang sama pada saat itu juga, tanpa perlu proses sinkronisasi atau pembaruan manual.

Referensi

Referensi

Referensi berikut konsisten dengan silabus mata kuliah Cloud Accounting and Fintech, Pertemuan 2.

Referensi Teori

  1. Teori Romney, M. B., Steinbart, P. J., Summers, S. L., & Wood, D. A. (2021). Accounting information systems (15th ed.). Pearson. — Bab Sistem Informasi dan Teknologi Basis Data.
  2. Teori Ma, D., Fisher, R., & Nesbit, T. (2021). Cloud-based client accounting and small and medium accounting practices: Adoption and impact. International Journal of Accounting Information Systems, 41, 100513. https://doi.org/10.1016/j.accinf.2021.100513

Referensi Praktik / Pengayaan

  1. Praktik Dokumentasi resmi Accurate Online (accurate.id) — mengenal tampilan umum aplikasi sebagai contoh penerapan SaaS akuntansi. Catatan dosen: tautan bantuan spesifik per fitur perlu diverifikasi ulang; struktur halaman vendor dapat berubah sewaktu-waktu.
  2. Praktik Dokumentasi resmi Mekari Jurnal (jurnal.id) — mengenal tampilan umum aplikasi sebagai contoh penerapan SaaS akuntansi. Catatan dosen: tautan bantuan spesifik per fitur perlu diverifikasi ulang; struktur halaman vendor dapat berubah sewaktu-waktu.
Catatan verifikasi

Referensi teori pada modul ini merujuk langsung pada daftar pustaka silabus mata kuliah yang telah ditelusuri dan diverifikasi (penulis, tahun, penerbit/DOI). Tautan platform cloud accounting bersifat pengayaan/observasi mandiri, bukan kutipan akademik, sehingga tidak dimasukkan ke dalam format APA.

Materi Pertemuan 2 — Mata Kuliah Cloud Accounting and Fintech, Program Studi D3 Komputerisasi Akuntansi. Disusun mengikuti struktur silabus mata kuliah; mohon disesuaikan dengan gaya penyampaian dan kebijakan program studi masing-masing sebelum digunakan di kelas.

Komentar

POPULER

SILABUS MATA KULIAH Penganggaran Perusahaan

Silabus Mata Kuliah Teori Pengambilan Keputusan

Konsep Dasar Penganggaran Perusahaan

Konsep Dasar dan Peran Keputusan dalam Manajemen

Pertemuan 1 — Pengantar Cloud Accounting dan Fintech