Intuitive, Individual, dan Group Decision Making
Intuitive, Individual, dan Group Decision Making
Mata Kuliah Teori Pengambilan Keputusan — Program Studi S1 Manajemen
- Pertemuan
- 4 dari 16
- Tingkat
- Menengah
- Estimasi Waktu Baca
- ±30 menit
- Metode
- Simulation & Collaborative Learning
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Menjelaskan konsep pengambilan keputusan intuitif dan kapan pendekatan ini tepat digunakan.
- Menjelaskan kelebihan dan kekurangan pengambilan keputusan secara individual dibandingkan secara kelompok.
- Menjelaskan mekanisme kerja tiga teknik keputusan kelompok: brainstorming, nominal group technique, dan Delphi.
1.Konsep Pengambilan Keputusan Intuitif
Pada dua pertemuan sebelumnya kita membahas pengambilan keputusan yang bersifat sistematis dan bertahap. Namun dalam praktik manajerial sehari-hari, sangat banyak keputusan yang justru diambil secara intuitif — tanpa melalui analisis eksplisit selangkah demi selangkah.
Pengambilan keputusan intuitif (intuitive decision making) adalah proses kognitif bawah sadar yang muncul dari pengalaman yang telah terakumulasi dan mengendap dalam diri seseorang. Herbert Simon sendiri — tokoh yang sama yang memperkenalkan bounded rationality — pernah menjelaskan intuisi bukan sebagai sesuatu yang misterius, melainkan sebagai "analisis yang telah membeku menjadi kebiasaan": seorang ahli yang berpengalaman sesungguhnya sedang mengenali pola (pattern recognition) secara otomatis, hasil dari ribuan jam pengalaman sebelumnya, meskipun ia sendiri sulit menjelaskan secara verbal bagaimana proses tersebut terjadi (tacit knowledge).
Karakteristik utama keputusan intuitif meliputi: berlangsung cepat dan otomatis, bersumber dari pengalaman yang terakumulasi (bukan analisis data saat itu juga), bersifat holistik (menangkap keseluruhan situasi sekaligus, bukan memilah per variabel), dan seringkali sulit dijelaskan secara eksplisit kepada orang lain.
- Situasi familiar dan berulang
- Pengambil keputusan punya jam terbang/pengalaman tinggi
- Waktu pengambilan keputusan sangat terbatas
- Situasi baru, kompleks, atau belum pernah dialami
- Data dan informasi relevan tersedia lengkap
- Risiko dan dampak keputusan tergolong besar
Perlu ditekankan bahwa intuisi dan analisis bukan dua pendekatan yang saling meniadakan. Manajer berpengalaman umumnya mengombinasikan keduanya: intuisi digunakan untuk menangkap sinyal awal atau mempersempit alternatif secara cepat, sementara analisis digunakan untuk memverifikasi atau menguji "firasat" tersebut sebelum benar-benar dieksekusi — terutama pada keputusan dengan risiko dan dampak yang besar.
2.Individual vs Group Decision Making
Selain dari sisi caranya (intuitif vs analitis), keputusan juga dapat dibedakan dari sisi siapa yang mengambilnya: satu orang (individual) atau sekelompok orang (group). Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Kelebihan
- Lebih cepat karena tidak memerlukan koordinasi antarpihak
- Akuntabilitas jelas — satu orang bertanggung jawab penuh
- Konsisten, karena tidak ada kompromi antar sudut pandang berbeda
Kekurangan
- Perspektif dan informasi yang dipertimbangkan lebih terbatas
- Rentan terhadap bias personal tanpa ada "penyeimbang" pandangan lain
- Tingkat penerimaan (buy-in) pihak lain bisa lebih rendah
Kelebihan
- Menggabungkan lebih banyak informasi dan sudut pandang
- Berpotensi meningkatkan kualitas keputusan pada masalah kompleks
- Meningkatkan penerimaan dan komitmen pelaksanaan karena anggota dilibatkan
Kekurangan
- Memakan waktu lebih lama akibat proses koordinasi dan diskusi
- Berisiko mengalami groupthink — tekanan konformitas yang menekan pandangan berbeda
- Dapat didominasi oleh individu tertentu yang lebih vokal atau berkuasa
- Diffusion of responsibility — tanggung jawab menjadi kabur bila keputusan ternyata keliru
Bazerman & Moore mengingatkan bahwa kelompok tidak secara otomatis menghasilkan keputusan yang lebih baik daripada individu. Ketika sebuah kelompok didominasi oleh bias kolektif seperti groupthink, kualitas keputusan yang dihasilkan justru bisa lebih buruk dibandingkan keputusan individu yang cermat dan hati-hati.
Sebagai panduan praktis: pilih pendekatan individual untuk keputusan yang bersifat rutin, mendesak waktunya, atau membutuhkan konsistensi tinggi; pilih pendekatan kelompok untuk keputusan yang kompleks, membutuhkan beragam keahlian, atau memerlukan penerimaan luas dari banyak pihak agar pelaksanaannya berjalan lancar.
3.Teknik Pengambilan Keputusan Kelompok
Untuk memaksimalkan kelebihan keputusan kelompok sekaligus meminimalkan risikonya (khususnya groupthink dan dominasi individu tertentu), berkembang beberapa teknik terstruktur berikut ini.
Brainstorming
- Sampaikan ide secara bebas tanpa kritik atau penilaian
- Kejar kuantitas ide sebanyak mungkin
- Kombinasikan & kembangkan ide peserta lain
- Evaluasi seluruh ide di akhir sesi
Nominal Group Technique
- Tulis ide secara individual & diam-diam (silent generation)
- Sampaikan ide bergiliran (round-robin) tanpa didiskusikan dulu
- Diskusikan & klarifikasi seluruh ide yang terkumpul
- Voting/pemeringkatan secara pribadi dan rahasia
Delphi Technique
- Fasilitator mengirim kuesioner ke panel ahli
- Setiap ahli menjawab secara independen & anonim
- Jawaban dirangkum & dibagikan kembali tanpa identitas
- Ulangi beberapa putaran hingga tercapai konsensus
a. Brainstorming
Teknik yang paling dikenal luas ini bertujuan menghasilkan sebanyak mungkin ide secara bebas dalam waktu singkat, dengan menunda kritik/evaluasi hingga sesi generate ide selesai. Kelemahan utamanya: tanpa struktur yang jelas, sesi brainstorming rawan didominasi peserta yang lebih vokal, dan peserta lain harus menunggu giliran bicara sehingga sebagian ide bisa hilang begitu saja (dikenal sebagai production blocking).
b. Nominal Group Technique (NGT)
NGT dirancang untuk mengatasi kelemahan brainstorming bebas dengan memisahkan tahap generate ide (dilakukan sendiri-sendiri secara diam-diam) dari tahap diskusi dan voting. Karena voting akhir dilakukan secara rahasia, tekanan konformitas dan dominasi individu tertentu dapat ditekan secara signifikan dibandingkan brainstorming konvensional.
c. Delphi Technique
Delphi digunakan untuk menghimpun penilaian sekelompok ahli yang biasanya tidak perlu bertemu langsung (bahkan bisa berjauhan secara geografis). Sifatnya yang anonim dan berlangsung dalam beberapa putaran membuat setiap ahli dapat meninjau ulang dan merevisi pandangannya berdasarkan rangkuman pendapat kelompok, tanpa terpengaruh tekanan sosial atau otoritas figur tertentu dalam kelompok.
| Aspek | Brainstorming | Nominal Group Technique | Delphi Technique |
|---|---|---|---|
| Fokus utama | Kuantitas ide secara cepat | Ide berkualitas dengan tekanan sosial minimal | Konsensus penilaian ahli |
| Tingkat anonimitas | Rendah (semua tahu siapa bicara) | Sedang (generate & voting rahasia, diskusi terbuka) | Tinggi (seluruh proses anonim) |
| Cocok untuk | Sesi kreatif awal, eksplorasi ide baru | Keputusan kelompok kecil-menengah yang butuh masukan merata | Peramalan/keputusan strategis berbasis penilaian ahli, panel yang tersebar lokasinya |
| Kelemahan utama | Rawan didominasi peserta vokal; production blocking | Butuh fasilitator terlatih; proses relatif lebih formal | Butuh waktu lebih lama (berputaran); tergantung kesungguhan panel menjawab |
Rangkuman
- Keputusan intuitif adalah proses kognitif bawah sadar berbasis pengalaman, cepat dan holistik, paling andal pada situasi familiar dengan waktu terbatas; keputusan kompleks dan berisiko tinggi tetap membutuhkan analisis.
- Keputusan individual lebih cepat dan akuntabel, namun terbatas perspektifnya; keputusan kelompok lebih kaya perspektif dan meningkatkan penerimaan, namun lebih lambat dan rentan groupthink serta dominasi individu.
- Brainstorming menekankan kuantitas ide bebas kritik; Nominal Group Technique memisahkan generate ide dan voting untuk menekan tekanan sosial; Delphi Technique menghimpun konsensus ahli secara anonim dan berputaran.
- Pemilihan pendekatan (individual/kelompok) dan teknik kelompok yang tepat bergantung pada sifat masalah, urgensi waktu, dan kebutuhan akan keberagaman perspektif maupun penerimaan pihak lain.
Pertanyaan Diskusi & Latihan
- Ceritakan satu pengalaman ketika Anda atau seseorang mengambil keputusan penting secara intuitif. Menurut Anda, mengapa intuisi tersebut dapat diandalkan (atau justru menyesatkan) pada situasi itu?
- Bentuk kelompok kecil (4–5 orang), lalu simulasikan pengambilan keputusan menentukan lokasi acara kelas menggunakan Nominal Group Technique. Refleksikan: apakah hasil akhirnya berbeda dibandingkan jika menggunakan brainstorming bebas?
- Menurut Anda, jenis keputusan manajerial apa yang paling cocok menggunakan Delphi Technique? Mengapa teknik lain (brainstorming/NGT) kurang sesuai untuk kasus tersebut?
- Identifikasi satu contoh kasus nyata (bisa dari berita atau pengalaman) yang menurut Anda merupakan hasil dari groupthink. Apa tanda-tanda yang terlihat?
Referensi
- Robbins, S. P., & Coulter, M. (edisi terbaru). Management — bab Group Decision Making. Pearson.
- Bazerman, M. H., & Moore, D. A. (edisi terbaru). Judgment in managerial decision making — bab Common Biases (bagian keputusan kelompok). Wiley.
Materi ini merupakan rangkuman dan penjelasan penulis berdasarkan kedua referensi di atas; nomor edisi dan halaman agar diverifikasi ulang oleh dosen pengampu sesuai edisi yang digunakan.

Komentar
Posting Komentar