Rational Decision Making dan Bounded Rationality

Materi Pembelajaran · Pertemuan 3

Rational Decision Making dan Bounded Rationality

Mata Kuliah Teori Pengambilan Keputusan — Program Studi S1 Manajemen

Pertemuan
3 dari 16
Tingkat
Menengah
Estimasi Waktu Baca
±25–30 menit
Metode
Discussion & Collaborative Learning

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:

  • Menjelaskan asumsi dan tahapan model rational decision making secara lebih mendalam.
  • Menjelaskan konsep bounded rationality menurut Herbert Simon dan mengapa model tersebut lebih realistis.
  • Membandingkan strategi satisficing dan maximizing dalam pengambilan keputusan manajerial sehari-hari.

1.Asumsi dan Tahapan Model Rational Decision Making

Pada Pertemuan 2 kita telah berkenalan dengan model keputusan klasik (rational choice) sebagai representasi pendekatan normatif. Bagian ini memperdalam model tersebut secara lebih formal sebagai proses rasional enam langkah yang banyak dirujuk dalam literatur perilaku pengambilan keputusan (Bazerman & Moore).

  1. Mendefinisikan masalah secara akurat Merumuskan masalah sesuai akar penyebabnya, bukan sekadar gejala yang tampak di permukaan.
  2. Mengidentifikasi kriteria keputusan Menentukan seluruh faktor yang relevan untuk menilai kualitas setiap alternatif secara lengkap.
  3. Membobot kriteria Memberi bobot numerik pada setiap kriteria sesuai tingkat kepentingannya secara konsisten.
  4. Membangkitkan alternatif Menghasilkan seluruh kemungkinan alternatif tindakan yang relevan, idealnya tanpa batasan jumlah.
  5. Menilai setiap alternatif pada setiap kriteria Memberi skor objektif untuk setiap alternatif terhadap setiap kriteria yang telah ditetapkan.
  6. Menghitung keputusan optimal Mengalikan skor dengan bobot dan menjumlahkannya untuk setiap alternatif, lalu memilih alternatif dengan nilai total tertinggi.

Model ini disebut "rasional" bukan dalam pengertian sehari-hari (masuk akal), melainkan dalam pengertian teknis yang ketat: pilihan yang diambil bersifat konsisten (tidak bertentangan dengan preferensi sebelumnya), transitif (jika A lebih disukai daripada B, dan B lebih disukai daripada C, maka A pasti lebih disukai daripada C), dan pada akhirnya memaksimalkan utilitas yang diharapkan pengambil keputusan.

Ilustrasi Sesuai model ini, seorang HR Manager yang hendak merekrut kandidat idealnya: mendefinisikan kebutuhan posisi secara presisi, menetapkan seluruh kriteria seleksi (pengalaman, kompetensi teknis, kesesuaian budaya, dan lainnya), membobot tiap kriteria, mewawancarai seluruh kandidat yang melamar tanpa kecuali, menilai setiap kandidat pada setiap kriteria secara objektif, lalu menghitung skor total untuk menentukan kandidat dengan nilai tertinggi.

2.Konsep Bounded Rationality (Herbert Simon)

Herbert Simon — peraih Nobel Ekonomi 1978 — mengkritisi model rasional murni di atas karena dianggap tidak realistis sebagai penjelasan perilaku manusia yang sesungguhnya. Ia memperkenalkan konsep bounded rationality (rasionalitas terbatas) sebagai alternatif yang lebih deskriptif.

Menurut Simon, manusia pada dasarnya ingin bertindak rasional, namun kemampuan mereka untuk benar-benar mencapai rasionalitas penuh dibatasi oleh tiga hal utama:

  • Keterbatasan informasi — pengambil keputusan jarang memiliki akses terhadap seluruh informasi yang relevan mengenai masalah dan alternatif yang ada.
  • Keterbatasan kapasitas kognitif — otak manusia memiliki keterbatasan dalam mengingat, memproses, dan membandingkan banyak variabel secara simultan.
  • Keterbatasan waktu dan sumber daya — dalam praktik, keputusan sering harus diambil dengan cepat dan dengan biaya pencarian informasi yang terbatas.

Karena keterbatasan-keterbatasan tersebut, Simon membedakan dua gambaran pengambil keputusan: "economic man" — sosok ideal dalam model rasional klasik yang mampu memaksimalkan utilitas secara sempurna — dengan "administrative man", yaitu gambaran pengambil keputusan yang lebih realistis: seseorang yang menyederhanakan masalah yang kompleks, menggunakan aturan praktis (heuristik), dan berhenti mencari begitu menemukan alternatif yang "cukup baik", bukan alternatif yang "terbaik secara mutlak".

AspekEconomic Man (Model Rasional)Administrative Man (Bounded Rationality)
InformasiDianggap lengkap dan tersedia bebasTerbatas dan mahal untuk diperoleh
Alternatif yang dipertimbangkanSeluruh alternatif yang mungkinSebagian alternatif yang mudah teridentifikasi lebih dulu
Proses penilaianAnalisis menyeluruh dan sistematisDisederhanakan menggunakan heuristik/aturan praktis
Target hasilSolusi optimal (the best)Solusi yang memadai (good enough)
Ilustrasi Ketika mencari tempat makan siang di sekitar kantor, kebanyakan orang tidak benar-benar membandingkan seluruh restoran yang ada di radius satu kilometer (perilaku "economic man"). Mereka lebih sering memilih tempat yang sudah dikenal cukup enak dan cukup dekat, lalu berhenti mencari begitu kebutuhan makan siang terpenuhi — inilah gambaran nyata dari "administrative man" yang dijelaskan Simon.

3.Satisficing vs Maximizing

Dari konsep bounded rationality, Simon menurunkan salah satu istilah paling berpengaruh dalam teori keputusan: satisficing — gabungan kata satisfy (memuaskan) dan suffice (mencukupi).

Maximizing

Strategi mencari dan membandingkan seluruh alternatif yang tersedia untuk memastikan alternatif yang dipilih benar-benar yang terbaik secara mutlak (optimal). Sejalan dengan asumsi model rasional klasik, namun menuntut waktu, informasi, dan biaya pencarian yang besar.

Satisficing

Strategi berhenti mencari begitu ditemukan alternatif pertama yang memenuhi ambang batas minimum yang dapat diterima (acceptable threshold), tanpa perlu memastikan bahwa alternatif tersebut adalah yang terbaik dari semua yang mungkin ada.

Simon berargumen bahwa dalam sebagian besar situasi manajerial nyata, satisficing lebih sering terjadi dan lebih rasional secara praktis dibandingkan maximizing — karena biaya (waktu, tenaga, informasi) untuk benar-benar memaksimalkan pilihan seringkali lebih besar daripada manfaat tambahan yang diperoleh dari pilihan yang sedikit lebih optimal.

Ilustrasi Seorang manajer pengadaan yang menerapkan maximizing akan meminta penawaran dari puluhan calon pemasok dan membandingkan seluruhnya secara detail sebelum memutuskan. Manajer yang menerapkan satisficing akan menetapkan standar minimum (misalnya harga di bawah anggaran, waktu pengiriman maksimal 7 hari, dan riwayat pengiriman yang baik), lalu memilih pemasok pertama yang memenuhi seluruh standar tersebut — meskipun mungkin masih ada pemasok lain yang sedikit lebih murah di luar sana.

Penting dicatat bahwa satisficing bukan berarti mengambil keputusan secara sembarangan atau asal-asalan. Ambang batas yang digunakan tetap ditetapkan secara sadar berdasarkan kriteria yang relevan — satisficing hanyalah strategi untuk menghentikan proses pencarian pada titik yang efisien, alih-alih memperpanjangnya demi mengejar hasil yang secara marjinal lebih baik.

Rangkuman

  • Model rational decision making terdiri atas enam langkah formal: mendefinisikan masalah, mengidentifikasi kriteria, membobot kriteria, membangkitkan alternatif, menilai alternatif, dan menghitung keputusan optimal.
  • Herbert Simon mengkritisi model rasional murni melalui konsep bounded rationality, yang menyatakan bahwa rasionalitas manusia dibatasi oleh keterbatasan informasi, kapasitas kognitif, serta waktu dan sumber daya.
  • Simon membedakan "economic man" (rasional penuh) dari "administrative man" (rasional terbatas, menggunakan heuristik).
  • Maximizing adalah strategi mencari alternatif terbaik secara mutlak; satisficing adalah strategi berhenti pada alternatif pertama yang memenuhi ambang batas yang dapat diterima.
  • Dalam praktik manajerial, satisficing lebih umum terjadi dan seringkali lebih rasional secara praktis dibandingkan maximizing.

Pertanyaan Diskusi & Latihan

  1. Ceritakan satu keputusan pribadi Anda yang mencerminkan perilaku satisficing, dan satu keputusan lain yang mencerminkan perilaku maximizing. Apa yang membedakan konteks keduanya?
  2. Mengapa Simon berpendapat bahwa "administrative man" adalah gambaran yang lebih realistis dibandingkan "economic man"? Berikan argumen Anda sendiri.
  3. Diskusikan dalam kelompok kecil: pada jenis keputusan manajerial seperti apa maximizing tetap dianggap perlu, meskipun menuntut biaya pencarian yang besar?
  4. Bandingkan model rational decision making pada bagian 1 dengan proses delapan langkah yang dipelajari pada Pertemuan 2. Apa persamaan dan perbedaan mendasarnya?

Referensi

  • Simon, H. A. (edisi terbaru). Administrative behavior: A study of decision-making processes in administrative organizations — bab Rational Decision Making in Administrative Organizations. Free Press.
  • Bazerman, M. H., & Moore, D. A. (edisi terbaru). Judgment in managerial decision making — bab Introduction to Managerial Decision Making. Wiley.

Materi ini merupakan rangkuman dan penjelasan penulis berdasarkan kedua referensi di atas; nomor edisi dan halaman agar diverifikasi ulang oleh dosen pengampu sesuai edisi yang digunakan.

Komentar

POPULER

Konsep Dasar Pemasaran Digital dan Perbedaannya dengan Pemasaran Tradisional

Anggaran Penjualan

Silabus Mata Kuliah Pengantar Pemasaran Digital

Proses dan Organisasi Penganggaran

Proses Pengambilan Keputusan dan Teori Keputusan